RSS
Menerima Jasa Pengetikan
Bahasa Arab


Ms.Word Font 18 Traditional Arabic spasi 1.5
Dengan Harokat Atau tanpa Harokat
Lihat Selengkapnya

Sejarah dan Perkembangan FACEBOOK

0 komentar


Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.


Sejarah dan Perkembangan

Asal mula Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg (saat itu mahasiswa semester II Harvard University) membuat sebuah situs kontak jodoh untuk rekan-rekan kampusnya. Zuckerberg yang terinspirasi dari situs Hot or Not menamai situs buatannya Facemash.com. Metode situs ini yaitu menampilkan dua foto pasangan (pria dan wanita), di mana selanjutnya dua pasangan ini akan dipilih oleh para anggota situs mana pasangan yang paling “hot”.
Facmash.com di blokir karena Zuckreberg berbuat hal nekat, membobol situs kampus hanya untuk mencari foto-foto mahasiswanya. Atas tindakannya itu, Zuckerberg membela diri dengan mengatakan “Tindakan pihak kampus yang memblokir situs facemash.com memang benar alasannya, namun sayang mereka tidak menyadari potensinya yang bisa saja menjadi alat pendongkrak popularitas bagi kampus itu sendiri”. Ia melanjutkan “Cepat atau lambat, nanti juga akan ada orang lain yang membuat situs serupa”.

2004

Tidak kapok, pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg membuat sebuah situs baru bernama “The Facebook” yang beralamat URL: http://www.thefacebook.com. Untuk situs barunya ini, Zuckerberg berkomentar sarkas: “Menurutku upaya pihak kampus yang ingin membuat media pertukaran informasi antar civitas akademik yang butuh waktu bertahun-tahun adalah hal yang konyol. Dengan situsku ini, aku bisa mengerjakannya cuma dalam waktu seminggu saja”.2

Saat pertama kali diluncurkan “The Facebook” hanya terbatas di kalangan kampus Harvard saja. Dan sungguh menakjubkan! Dalam waktu satu bulan para penggunanya sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard saat itu. Selanjutnya, sejumlah rekan Zuckerberg turut bergabung memperkuat tim thefacebook.com. Mereka adalah Eduardo Saverin (analis usaha), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes.

Bulan maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, AS dan juga ke sejumlah kampus ternama seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Tak butuh waktu lama, situs ini telah tersebar penggunaannya di hampir semua kampus di AS dan Kanada. Bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum dan Moskovitz memindahkan markas ke Palo Alto, California. Di sini mereka turut dibantu juga oleh Adam D'Angelo dan Sean Parker.

Pertengahan 2004, thefacebook.com mendapat investasi pertamanya dari salah seorang pendiri PayPal, Pieter Thiel.


2005

Bulan Mei 2005, thefacebook.com mendapat suntikan dana segar hasil join venture dengan Accel Partners. Tanggal 23 Agustus 2005, thefacebook secara resmi membeli nama domain mereka dari Aboutface.com seharga USD 200.000 dan sejak saat itu penggalan frase “the” tidak dipakai lagi sehingga nama mereka resmi menjadi facebook.com.


Pada tahun 2005 ini juga, facebook telah memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA. Masih di tahun yang sama, sejumlah universitas di Meksiko, Inggris Raya, Australia dan Selandia Baru juga sudah bisa menikmati jaringan Facebook.

2006

Awal tahun 2006, Facebook diisukan akan diakuisisi oleh sebuah perusahaan dengan harga USD 750 juta, bahkan tawarannya melonjak hingga USD 2 miliar. Namun kabar ini tak terbukti. Pada bulan April 2006, Facebook mendapat suntikan dana segar USD 25 juta hasil investasi dari Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners. Bulan Mei tahun yang sama Facebook mulai merambah benua Asia melalui India. Di pertengahan tahun, gilliran Israel dan Jerman. Akhirnya pada 11 September 2006, Facebook merubah status registrasinya menjadi “free to join” bagi semua pemilik alamat email valid di seluruh dunia.


2007

Bulan September 2007, Microsoft mengumumkan telah membeli 1,6% saham Facebook senilai USD 15 miliar. Dalam pengambilan saham ini juga tercakup kesepakatan bahwa Microsoft memiliki hak untuk memasang iklan mereka di Facebook. Melihat langkah ini sejumlah pemain raksasa lain seperti Google, Viacom, Friendster juga mengungkapkan minat mereka untuk berinvestasi di Facebook. Sebelumnya di tahun 2006, Yahoo! telah menawarkan tawaran akuisisi senilai USD 1 miliar. November 2007, seorang miliuner Hongkong Li Ka-shing menanam investasi senilai USD 60 juta di Facebook.


2008

Pada Agustus 2008, majalah Business Week melaporkan sejumlah pihak lain telah ikut menanamkan saham di Facebook sehingga diperkirakan nilai Facebook berkisar antara USD 3.75 miliar sampai USD 5 miliar
Continue Reading... Label: , , ,


“PENDINGIN SUSU (COOLING UNIT)”

0 komentar


Susu sapi merupakan bahan makanan yang mudah rusak. Oleh sebab itu perlu mendapat perawatan secara khusus. Air susu yang diperah dari sapi yang sehat dan dilaksanakan dengan manajemen kesehatan pemerahan yang benar (Good Milking Practices), akan menghasilkan susu yang memenuhi kaidah halal, aman, utuh dan sehat.
Dalam keadaan normal, susu hanya bertahan kurang dari 10 jam setelah pemerahan. karena dalam susu terdapat bakteri yang sangat amat cepat berkembangnya, sekitar satu juta bakteri perjam. Oleh karena itu, dibuatlah alat untuk dapat menjaga kualitas susu.
Cooling Unit diperlukan untuk menjaga agar susu tetap segar dan tahan lebih lama sebelum diproses oleh industri. Setiap pengunduran waktu penanganan akan menyebabkan penurunan kualitas susu sejalan dengan meningkatnya angka kuman. Oleh karena itu pembuatan cooling unit ini sangat diperlukan.

Fungsi
Sebagai alat untuk menampung dan menyimpan susu segar dalam kondisi dingin (4-7 oC), tertutup, dan tidak tembus cahaya. Sehingga susu dapat bertahan berhari-hari. Karena bakteri yang terkandung dalam susu sulit mengalami perkembangan.

Prinsip Kerja
Unit pendingin cepat susu pada dasarnya terdiri atas :
1.      Tangki tuang susu (dumping tank)
2.      Pompa Susu SS
3.      Plate/Tubular cooler
4.      Storage tank/Cooling unit
5.      Unit Ice bank dan
6.      CIP (cleaning in place) tank

Tangki tuang (dumping tank) berfungsi untuk menerima susu yang datang dari para peternak atau kelompok peternak, baik dalam wadah milk can maupun transfer tank. Susu disaring dengan kain saring halus untuk menyaring benda-benda asing susu. Dengan bantuan pompa sentrifugal susu dialirkan ke unit pendingin (plate atau tubular cooler) yang akan melakukan pertukaran panas dengan air es yang berasal dari ice bank. Susu yang telah dingin disimpan kedalam tangki penyimpan berpendingin (cooling unit). Cooling unit juga dilengkapi dengan termostat, display suhu susu, pengaduk, dan tombol operasi alat.
Dalam cooling unit ini susu terus bergerak, sehingga suhu susu tetap terjaga dititik aman susu. Hal ini mengakibatkan bakteri yang terkandung dalam susu tersebut tidak dapat mengalami perkembang biakan. Sehingga kualitas susu tetep terjaga.

Continue Reading... Label: , , ,


Bekerja Menurut Ibnu Khaldun

0 komentar

I. PENDAHULUAN
Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia dan alam semesta. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan milik manusia, melainkan hanya titipan dari Allah swt agar dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah swt untuk dipertanggungjawabkan.
Agama Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja. Dan dalam situasi globalisasi saat ini, kita dituntut untuk menunjukkan etos kerja yang tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Qur’an dan as-Sunnah
Begitu juga dengan ekonomi islam, dibangun berasaskan kaidah-kaidah, diantaranya memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier yang mencakup atas tempat tinggal, makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan dan pengajaran. Perpaduan antara kebutuhan material dan immaterial menjadikan ekonomi islam mempunyai kelebihan khusus.
Akan tetapi, terdapat hal-hal yang dapat merusak system ekonomi islam, diantaranya adalah adanya pengangguran. Karena itu juga merupakan masalah besar yang menimpa pemerintah dalam membangun perekomian Negara pada khususnya Negara berkembang.
Oleh karena itu, islam sangat membenci pengangguran, dan memerintahkan agar bekerja. Dengan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhan, dan membantu pemerintah dalam meningkatkan ekonomi Negara. Rasulullah SAW bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” Dalam ungkapan lain dikatakan juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang lemah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja.”
Ibnu Khaldun adalah seorang pemikir yang terkenal dikalangan ekonom islam yang mana telah menemukan teori-teori ekonomi yang bermanfaat dalam pengembembangan ekonomi islam. Dan pemikiran yang terkenal diantaranya tentang bekerja. Beliau juga menjabarkan tentang bekerja secara detail yang ditulis dalam bukunya di suatu bab tersendiri yaitu bab 5 muqoddimah dengan judul “fi al-ma’asy wawujuhihi min al-kasbi wa ash-shonai’ wa ma na’ridlu fi dzalika min al-ahwal”.
Dan untuk ini, penulis berusaha membuka pemikiran beliau secara jelas agar dapat dipahami secara detail dan mudah diaplikasikan dikehidupan yang penuh dengan pengangguran ini.
II. PEMBAHASAN
A. Biografi Ibnu Khaldun
Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun.
Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai Bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana.
Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.
Ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika. Ia banyak nerkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, ia pun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-’ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-’Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.
Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).
Ibn Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal, pertumbuhan penduduk, makro ekonomi dari pajak dan pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, indusrtri dan perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya. Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan ekonominya. Kemudian sisa hidupnya dihabiskan di Kairo hingga ia wafat pada tanggal 26 Ramadhan 808 H/16 Maret 1406 M dalam usia 74 tahun menurut hitungan tahun masehi dan 76 tahun menurut hitungan tahun hijriyah.
B. Teori Bekerja menurut Ibnu Khaldun
1. Pengertian Bekerja Secara Umum
Kerja dalam pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non-materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan. Dan dapat dikatakan bekerja adalah aktivitas dinamis dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan di dalam mencapai tujuannya tersebut dia berupaya dengan penuh kesungguhan untuk mewujudkan prestasi yang optimal sebagai bukti pengabdian dirinya kepada Allah SWT.
Pengertian kerja dalam Islam amatlah luas, mencakup seluruh pengerahan potensi manusia. Adapun pengertian kerja secara khusus adalah setiap potensi yang dikeluarkan manusia untuk memenuhi tuntutan hidupnya berupa makanan, pakaian, tempat tinggal, dan peningkatan taraf hidup.
Berkerja dapat diartikan sebagai suatu usaha dan keinginan yang dilakukan manusia yang mencakup segi jasmani ataupun rohani, yang dilakukan sendiri atau untuk orang lain, yang bertujuan mendapat hasil yang terbaik dan rizki dengan cara yang telah ditentukan.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti)”. Allah menyerukan kepada setiap muslim agar menginvestasikan tenaga, pikiran, dan waktu untuk melakukan amal shalih,amal yang produktif dan sangat merugi orang yang menyia-nyiakan waktu, yang malas dan berpangku tangan dan orang yang bekerja tapi tidak menghasilkan manfaat.
Bekerja merupakan suatu kewajiban karena Allah swt memerintahkannya kepada hambanya agar tetap bekerja yang terkandung dalam al-qur’an “Dan katakanlah, bekerjalah kamu, karena Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu”. Karena kerja membawa pada keampunan, sebagaimana sabada Rasulullah Muhammad SAW: Barang siapa diwaktu sorenya kelelahan karena kerja tangannya, maka di waktu sore itu ia mendapat ampunan.
Sebaik-baiknya berkerja adalah pekerjaan orang yang dilakukan dengan kesungguhan untuk menghasilkan sesuatu, yang dari itu dapat menafkahi keluarganya. Seperti Sabda Nabi SAW “sebaik-baiknya makanan adalah yang didapat dari usaha sendiri, dan sesungguhnya nabi Daud AS memakan dari hasil usahanya”.
Pembagian bekerja dilihat dari jenis pekerjanya adalah pekerjaan yang dilakukan secara halal dan pekerjaan yang dilakukan tidak secara halal atau merugikan orang lain. Sedangkan pembagian bekerja dilihat dari macam-macam pekerjaanya adalah berburu, pertanian, perindustrian, perdagangan, pangkat atau jabatan dan pekerjaan yang menggunakan pikiran.
Tujuan orang bekerja pada umumnya adalah untuk produksi barang, mencukupi kebutuhan, sarana untuk menghindari kemiskinan dan untuk menghindari manusia dari berbagai masalah.
Bekerja pun mempunyai prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya adalah: a. Memilih pekerjaan sesuai yang disyari’atkan islam b. Bekerja adalah suatu kewajiban dan merupakan ibadah c. Professional dalam bekerja d. Bekerja adalah sesuatu yang mulia dan dihormati e. Penuh tanggungjawab dan perhitungan f. Mendapatkan upah atau gaji g. Bersungguh-sungguh dalam bekerja h. Kebebasan bekerja i. Waktu dalam bekerja
2. Bekerja menurut ibnu khaldun
Ibnu Khaldun mengartikan bekerja adalah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan kepuasan dan hasil yang tidak lepas dari rizki dalam mendapatkannya dari sumber-sumber pekerjaan dan pekerjaan manusiawi untuk mendapatkan penghasilan dan modal lebih. Atau dalam arti singkatnya bekerja adalah sumber dari kekayaan yang harus didapatkan setiap mansuia.
Ibnu Khaldun berpendapat bahwa bekerja adalah hasil dari usaha manusia. Jika hasil tersebut sesuai dengan nilai kebutuhan pokoknya maka disebut penghidupan. Ibnu Khaldun menjelaskan bagaimana hubungan keuntungan, pekerja dan nilai usaha di pasar kerja suatu daerah, jika pekerja bertambah maka keuntungan juga bertambah yang menyebabkan nilai usaha tersebut juga meningkat, hal ini mempengaruhi bertambahnya tingkat kebutuhan.
3. Dalil bekerja
Dalam pembahasan tentang bekerja, ibnu khaldun mengambil atau menggunakan ayat-ayat al-qur’an dan hadist-hadist nabi, diantaranya sebagai berikut: a. Al-Qur’an surat Muhammad 38: b. Al-Qur’an surat Al-Jaziyat 12-13 c. Al-Hadist riwayat Muslim: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: إنما لك من مالك ما أكلت فأفنيت أو لبست فأبليت أو تصدقت فأمضيت.

4. Tujuan bekerja menurut ibnu khaldun
dalam melakakukan seseuatu kegiatan pasti mempunyai tujuan tertentu, demikian juga bekerja. Pendapat Ibnu Khaldun tentang tujuan bekerja yang tertulis di bukunya “Muqoddimah” diantaranya adalah: a. Untuk mendapatkan ridha Allah SWT b. Untuk memperoleh rizki dari Allah SWT c. Memperoleh pendapatan, baik berupa hasil produksi, keuntungan atau pun yang berbentuk nonmaterial.
5. Prinsip bekerja menurut ibnu khaldun
Prinsip-prinsip bekerja menurut ibnu khaldun yang tertulis di bab lima “Muqoddimah” adalah: a. Bekerja adalah kewajiban dan ibadah b. Pembagian kerja c. Pangkat berguna untuk mendapatkan kekayaan d. Pegawai Negri atau pelayan Negara bukan merupakan cara bekerja yang paling mulia. e. Pertanian adalah sumber penghidupan bagi orang-orang lemah dari suku badui (orang primitive yang hidupnya berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain) f. Kerajinan tangan atau industry adalah sumber penghidupan bagi orang-orang modern g. Perindustrian harus dengan ilmu h. Perkembangan perindustrian mengikuti perkembangan dan peningkatan masyarakat suatu daerah i. Perindustrian juga berkembang jika permintaan akan barang hasil industri bertambah j. Kemampuan seorang atau satu bagian dalam perindustian tidak dimiliki oleh bagian yang lain, orang yang pandai dibagiannya tidak dapat mengerjakan pekerjaan bagian lain
C. Pelaksanaan bekerja menurut ibnu khaldun
Ibnu khaldun berpendapat bahwa bekerja dibagi menjadi empat macam, diantaranya 1. Pertanian 2. Perindustrian atau kerajinan 3. Perdagangan 4. Pelayan Negara atau pegawai Negri
Pertanian merupakan mata pencaharian paling awal, kemudian disusul oleh perindustrian atau kerajinan dan perdagangan. Urutan ini berdasarkan waktu munculnya pakerjaan tersebut. Pertanian telah ada sejak pada zaman nabi adam turun kebumi. Nabi idris merupakan nabi atau pengrajin pertama, yaitu dapat membuat baju perang dari besi. Perdagangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dari barang yang tidak dipunyai dan melakukan pertukarang dengan orang yang tidak mempunyai barang kita. Sedangkan pelayan Negara merupakan bentuk pekerjaan yang tidak alami, lebih condong kearah politik.
1. Pertanian
Seperti yang dijelaskan diawal, bahwa pertanian merupakan mata pencaharian orang-orang lemah. Maka ibnu khaldun juga berpendapat bahwa kegiatan pertanian merupakan masalah yang sederhana dan mudah bagi siapa pun yang menghendaki melakukannya, karena pertanian tidak membutuhkan keahlian khusus. Oleh karena itu, pertanian pada umunya dilakukan oleh orang-orang primitif. Orang perkotaan atau orang modern tidak melakukan kegiatan ini, karena merka menganggap bahwa pekerjaan ini hanya dilakukan oleh orang-orang hina dan lemah.
2. Perindustrian
Perindustrian muncul setelah pertanian dan lebih tinggi derajatnya karena tidak sesederhana pertanian, dia membutuhkan keahlian dan ilmu, oleh karena itu perindustrian hanya ada di kalangan masyarakat modern.
Ibnu khaldun berpendapat bahwa jumlah penduduk sejalan dengan kekayaan, dan Negara yang memperhatikan perindustrian akan cepat berkembangnya.
Dalam bukunya ‘muqoddimah’ ibnu khaldun juga menjelaskan secara rinci macam-macam bentuk kerajinan atau industri. Diantaranya adalah industry barang-barang pokok, industry barang mewah, industry barang mulia, dan kerajinan tangan lainya.
Dilain pembahasan ibnu khaldun membagi perindustrian kedalam dua golongan besar, industry yang bersifat sederhana dan industry yang bersifat professional untuk peningkatan nilai.
Industry yang bersifat sederhana pada umumnya hanya menghasilkan barang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan primer atau pokok. Sedangkan industry yang bersifat professional membuat barang pelengkap kebutuhan.
Yang sederhana adalah industry yang paling awal untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia, yang mana skill yang dibutuhkan dalam proses pembuatan sangat sederhana sehingga ilmu yang dibutuhkan sangat minim.
Sedangkan yang professional untuk menghasilkan barang pelengkap setelah kebutuhan pokok terpenuhi, tujuan dari perindustrian ini untuk menghasilkan barang yang bersifat inofasi perubahan sesuai dengan keadaan masyarakat disuatu daerah. Perindustrian ini memerlukan ilmu dan skill yang mendalam akan tetepi dalam praktiknya tetap tidak bias menghasilkan barang yang sempurna, hal ini dikarenakan tingkat kebutuhan suatu daerah tergantung tingkat perkembangan atau kemajuan daerah tersebut, sehingga satu model barang yang dihasilkan oleh industry ini belum mengalami hasil yang memuaskan prusahaan atau perindustrian itu merubah bentuk barang sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu itu. Pada akhirnya dua golongan industry yang dibedakan oleh ibnu khaldun mempunyai kelebihan dan kekurangan.
3. Perdagangan
Perdangan menurut ibnu khaldun adalah membeli barang berharga dan menyimpannya untuk menaikan harganya untuk memperoleh keuntungan. Atau dengan kata lain, Perdagangan adalah pergerakan barang secara langsung atau dengan cara pengolahan, dengan cara jual dan beli.
Perbedaan antara pertanian, perindustrian dan perdagangan adalah pertanian tidak memerlukan kemampuan khusus, dan perindustrian memerlukan pembelajaran dan pikiran, sedangkan perdagangan memerlukan ketenaran, modal atau uang dan kemarihan khusus dalam hubungan dipasar. Sedangkan hubungan antara ketiganya adalah petani tidak membutuhkan banyak orang dan kemampuan untuk menghasilkan barang, sedangkan perindustrian dan perdagangan membutuhkan campur tangan orang lain dalam menjalankan prosesnya sehingga mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari pertanian.
4. Pelayan Negara
Pelayan Negara merupakan bentuk pekerjaan yang tidak alami, seperti polisi, tentara, pegawai negri, pemungut pajak, dll. Alasan pelayan Negara bukan merupakan pekerjaan yang alami karena pelayan tidak melakukan atau tidak menghasilkan nilai suatu usaha secara sempurna, karena keuntungan yang didapat diberikan oleh orang lain.
III. PENUTUP
Dalam pembahasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa semua jenis bekerja menurut Ibnu Khaldun adalah halal, dan bekerja merupakan nilai dari suatu usaha manusia, keuntungan bagian dari rizki dan rizki tidak hanya berupa keuntungan, tujuan dari bekerja adalah mencari ridha Allah, rizki dan pendapatan, prinsip bekerja diantaranya bekerja merupakan suatu kewajiban dan ibadah dan pembagian kerja. Pelaksanaan bekerja menurut Ibnu Khaldun berupa pelaksanaan dalam pertanian, perindustrian, perdagangan dan pelayanan, urutan ini berdasarkan dari awal munculnya, dan pertanian adalah perkerjaan yang paling awal, dan tidak membutuhkan kecakapan khusus, namun perindustrian dan perdagangan membutuhkan kecakapan khusus. Ibnu Khaldun menghubungkan pekerjaan dengan pertumbuhan masyarakat, dan orang primitif bertani sedangkan orang modern bekerja di pabrik dan pedagang.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Syafi’i Ma’arif, Ibnu Khaldun dalam Pandangan Penulis Barat dan Timur, Jakarta, Gema Insani Press, Tanpa Tahun Suleiman Abbadi, Ibn Khaldun contribution to the science Economics, Gaza: Journal of Al Azhar University, 2004, N 01 أ. أبو أعلي المودودى وأصحابه، حقوق الإنسان رؤى إسلامية، نهضة مصر للطباعة و النشر و التوزيع، 2007 أبو صيب الكرمي، تاريخ ابن خلدون، بيروت: بيت الأفكار الدولية، دون السنة الاستاذ خليل شريف الدين، فى سبيل فلسفة ابن خلدون، بيروت: دار مكتبة الهلال، 1995 د. الطيب داودي، تقسيم العمل واليد الخفية والحافز الاقتصادي بين ابن خلدون وآدم سميث، مجلة العلوم الإنسانية – جامعة محمد خيضر بسكرة، العدد الثامن، 2005 د. عبد الحق حميش، الفكر الاقتصادي عند العلاقة بن خلدون مقارنا مع النظريات الاقتصادية الحديثة، دراسات اقتصادية إسلامية، 2006، المجلد الثالث عشر د. عبد الحميد البراهيمى، العدالة الاجتماعية و التنمية في الاقتصاد الاسلامى، بيروت: مركز الدراسة الوحدة الغربية، 1997 د. عبد الرحمن يسري، إسهام عبد الرحمن بن خلدون في الفكر الاقتصادي، دراسات اقتصادية إسلامية، 2006، المجلد الثالث عشر الدكتور محمد فاروق النبهان، الفكر الاقتصادى عند ابن خلدون،http://www.dr-alnabhan.com/index.php?action=v_page&id=671&page_id=5 عبد الرحمن ابن خلدون، مقدمة ابن خلدون، لبنان: دار الكتب العلمية، 2003 محمد دمان ذبيح، الآليات الشرعية لعلاج مشكلة البطالة، مذكرة مقدمة لنيل درجة الماجستير في الاقتصاد الإسلامي جامعة العقيد الحاج لخضر –باتنة- كلية العلوم الاجتماعية والعلوم الإسلامية قسم الشريعة فرع اقتصاد إسلامي، 2008
Continue Reading...


Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar

0 komentar

Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid, yaitu meng-Esa-kan Allah. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak dalam shalat kita. (أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ), yang bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Yang mana pada kalimat (لاَ إِلَهَ) terdapat makna penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (إِلاَّ اللهُ) menetapkan sesembahan untuk Allah semata. Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid, mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik, menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung, baik disengaja maupun tidak. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun, paranormal, tukang santet, tukang ramal, mencari pengobatan alternatif, mencari penglaris, meminta jodoh dan lain sebagainya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian). Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita, disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik.

Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik. Sebagai firman Allah:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55).

Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda:

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ.

“Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, niscaya akan masuk Surga. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah, niscaya akan masuk Neraka.” (HR. Muslim).

Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi, karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah:

Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan

Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan derajat dan martabatnya. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Allah memuliakannya, mengajarkan seluruh nama-nama, lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. Allah telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya.

Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Allah berfirman:

“Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. (Al-Hajj: 20-21)

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. (Al-Hajj: 31)

Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan

Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik, “barang dagangan” dukun, tukang nujum, ahli nujum, ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Jadi dengan adanya mereka, akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah).

Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar

Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.

Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan

Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan, kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Sebab dia menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya.

Karena itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. Allah berfirman:

“Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. (Ali-Imran: 151)

Kelima Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat

Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara, sehingga mereka meremehkan amal shalih. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran, sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya:

يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ، سَلِيْنِيْ مِنْ مَالِيْ مَا شِئْتِ لاَ أُغْنِيْ عَنْكِ مِنَ اللهِ شَيْئًا. (رواه البخاري).

“Wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. (HR. Al-Bukhari).

Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka

Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia, sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maidah: 72).

Ketujuh: Syirik memecah belah umat

“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. (Ar Ruum: 31-32)

Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik. Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. Karena itu Wahai hamba Allah, yang beriman ... Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita, anggota keluarga kita, sanak famili kita, dari syirik kerusakan dan bahayanya. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir, agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam diganti menjadi kemuliaan.

Dari pembahasan pada pembahasan tadi, telah jelas bagi kita bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. Kita harus bersih dari noda syirik. Harus selalu takut kita terjerumus kedalamnya, karena ia adalah dosa yang paling besar. Disamping itu, syirik dapat menghapuskan pahala amal shalih yang kita lakukan, atau menghalangi kita masuk jannah:

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar: 65)
Continue Reading... Label: ,


ALLAH Tidak Ridha Kepada Orang yang Putus Asa

0 komentar

kebiasaan orang-orang besar yang dekat dengan Allah swt. adalah berjalan-jalan di sekelilingnya. Bukan sekadar berjalan-jalan belaka, tapi lebih untuk melihat dari dekat apa yang sedang terjadi. Biasanya mereka menjadikan semua itu sebagai perenungan lain. Begitu pula dengan Imam Abu Hanifah.



Suatu hari, ketika Imam Abu Hanifah tengah melakukan kebiasaannya itu, ia melewati sebuah rumah. Rumah itu terletak di pedesaan. Jendelanya terbuka. Tanpa diduga, dari dalam rumah tersebut terdengar suara orang mengeluh dan menangis. Cukup keras. Abu Hanifah mencoba mendekat, agar bisa mendengar lebih jelas. Ia melakukannya dengan perlahan-lahan, seolah tidak ingin diketahui oleh empunya rumah.



"Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini,” suara itu sekarang makin kedengaran dengan jelas, “agaknya tiada seorang pun yang lebih malang daripadaku. Nasibku ini sungguh celaka. Aku memang tidak beruntung. Sejak dari pagi, belum datang sesuap nasi atau makanan pun lewat di kerongkongku. Badanku lemah lunglai. Oh, adakah hati yang berbelas-kasihan sudi memberi curahan air walaupun setitik?"



Abu Hanifah terperanjat. Ia merasa kasihan. Di samping itu, ia juga merasa bertanggung jawab, ada seorang yang begitu memerlukan pertolongan tetapi ia tidak mengetahuinya. Bagaimana kalau ia tidak peduli, tentu Allah akan semakin tidak ridha kepadanya. Bergegas Abu Hanifah pun kembali ke rumahnya dan mengambil sebuah bungkusan. Bungkusan itu berisi uang. Hendak diberikan bungkusan itu kepada orang tersebut. Abu Hanifah bergegas kembali ke rumah orang tersebut.



Setelah tiba, Abu Hanifah melemparkan begitu saja bungkusan itu ke rumah orang yang sedang meratap-ratap itu lewat jendelanya. Lalu ia pun meneruskan perjalanannya. Untuk sementara waktu, kelegaan terasakan oleh Abu Hanifah.

Mendapati sebuah bungkusan yang tiba-tiba saja datang dari arah jendelanya yang terbuka, bukan buatan terkejutnya orang tersebut. Sambil masih terus bertanya-tanya dalam hati, dengan tergesa-gesa ia membukanya. Setelah dibuka, tahulah ia bungkusan itu berisi uang. Cukup banyak ternyata. Namun tidak hanya uang. Juga ada secarik kertas di dalamnya. Kertas itu bertuliskan kata-kata Abu Hanifah yang isinya, “Hai kawan, sungguh tidak wajar kamu mengeluh seperti itu. Sesungguhnya, kamu tidak perlu mengeluh atau meratapi tentang nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cobalah memohon kepadaNya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."



Karena diliputi kegembiraan mendapati bungkusan berisi uang, orang itu cenderung tidak mengacuhkan isi surat itu. Ia pun bersuka cita membelanjakan uang itu untuk kebutuhan sehari-harinya.
Continue Reading... Label: , , ,


Tiga Amalan Baik

0 komentar

Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala di puji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.

Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS.



1. Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.



Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:



عَنْ أَبِيْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قُلْ لِيْ فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُهُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ. (رواه مسلم).

“Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).



Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.



Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30)



2. Istikharah, selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.

Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:



مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة).

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).



Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari).

Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.



Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:



أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدًا عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ. (رواه البيهقي عن جابر).

Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir).



Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.



Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.

Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ.

Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas)



3. Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati.



Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah.



Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.



Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.



Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya:

“Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud:52).
Continue Reading... Label: , ,


Cabai, Beras, dan BBM

0 komentar

Salah satu bahan makanan yang mengalami kenaikkan harga adalah cabe merah. Seperti dikutip dari situs inilah.com (4/1), Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, menyatakan bahwa harga cabai memang kerap mengalami kenaikan apabila cuaca tidak menentu, ataupun perayaan Hari Besar. Dari pernyataan tersebut dapat dilihat betapa harga cabe merah sangat berpengaruh dengan cuaca. Di beberapa kota di Indonesia harga cabe merah sudah mengalami kenaikan hingga 100%. Seperti di Bandung, harga cabe merah telah sampai kepada Rp.60 ribu per kilogram. Di kota-kota lain harga cabe merah ada yang menembus hingga angka Rp.80 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabe merah ini masih terus berlangsung dalam dua bulan terakhir, dan berdampak kepada naiknya inflasi mejadi 0,6%.

Sedangkang sulitnya mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand menyebabkan berkurangnya pasokan beras dalam negeri. Vietnam dan Thailand sebagai negara pengekspor beras terbesar pada 2010, mulai mengetatkan kuota beras yang diekspornya, hal itu dikarenakan adanya kekawatiran bahwa mereka akan kekurangan stok beras bagi negaranya sendiri. Untuk tahun 2011 ini Thailand maupun Vietnam akan menahan ekspor beras, guna memperkuat cadangan beras lokal mereka.

Adanya pengurangan jumlah stok beras yang diimpor oleh dua negara tersebut akan berdampak kepada meningkatnya harga beras di dunia. Akan tetapi, harusnya sebagai negara yang pernah beberapa kali melakukan swasembada beras, seperti di tahun 1985, 2007 dan 2008, harga beras Indonesia tidak terlalu terpengaruh terhadap fenomena tersebut. Sudah seharusnya untuk tahun 2011 ini, pemerintah harus menggenjot produksi beras dalam negeri, hal ini berkaitan dengan adanya potensi sulitnya impor beras. Selain itu diharapkan juga pemerintah dapat mengendalikan harga beras dalam negeri, serta mulai memanjakan petani dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk mendukung meningkat produksi beras dalam negeri. Keadaan iklim yang tidak menentu, juga harus diperhatikan oleh banyak pihak, karena hal ini sudah pasti dapat berpengaruh terhadap produksi pangan dalam negeri

Terkahir, selain harga cabe merah, dan beras, masyarakat juga khawatir oleh adanya kenaikan harga BBM di tahun 2011 ini. Harga BBM nonsubsidi di tanah air, seperti Pertamax melonjak hingga Rp. 7.500 per liter. Seperti dikutip dari VIVAnews (4/1), meningkatnya harga Pertamax tersebut dikarenakan adanya kenaikkan harga minyak dunia dalam 26 bulan terakhir, . Hal ini diprediksi akan terus naik dan dapat menembus 100 dolar AS. Tentu saja hal ini akan berdampak pada meningkatnya harga Pertamax terus menerus.

Seperti dikutip dari poskota.com (4/1), adanya kenaikan harga BBM saat ini disebabkan, “juga” karena adanya perubahan cuaca yang ekstrim di Eropa. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhannya minyak mentah di Negara-negara di benua Eropa.

Adanya peningkatan harga BBM di pasar internasional secara terus menerus, disertai dengan akan adanya penerapan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, akhirnya akan membuat pengguna mobil, akan beralih kepada subtitusinya yaitu motor. Karena lama kelamaan masyarakat kelas menengah akan mengalami kesulitan untuk membeli BBM dengan Pertamax atau Pertamax Plus. Selain itu, yang harus diperhatikan lagi adalah, ketika harga BBM naik maka, harga transportasi untuk proses distribusi juga akan naik, dan hal ini pada akhirnya akan berimbas kepada meningkatnya juga harga-harga produk lainnya. Terjadi atau tidak masyarakat harus sudah mulai waspada terhadap peningkatan harga ini.

Gilang Widya
(gilang@wartaekonomi.com)



Continue Reading... Label:


Ada kesalahan di dalam gadget ini
Bagi para pengunjung, jangan cuma lihat n copy paste ja. tapi kami sangat berharap jikalau anda berkenan untuk memberi 'COMMENT', atas perhatiannya kami ucapkan beribu-ribu terimakasih.
 

Followers


Syaamil Al-Qur'an edisi Special for Women
Warna : Pink
Fitur : Khat naskh, terjemah, indeks ayat keluarga, kisah wanita teladan, ma'tsurat sugra
Harga setelah diskon : RP. 45.000 (belum termasuk ongkir)
Lihat Selengkapnya!!!
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors